Wisata mangrove Gresik nampaknya sudah mulai menjadi alternatif tujuan wisata, terutama di akhir pekan. Tidak hanya warga lokal saja yang memanfaatkan wisata mangrove Gresik ini. Banyak juga yang datang dari luar kota hanya untuk menikmati keindahan hutan mangrove di Gresik ini. Apalagi beberapa waktu yang lalu, pemerintah kabupatan dan provinsi mencanangkan penanaman seribu pohon bakau disini. Membuat orang menjadi lebih penasaran lagi untuk melihat hasilnya.

Berawal dari informasi dari halaman komunitas blog lokal Gresik www.arekgresik.net tentang lokasi mangrove di Gresik. Saya menjadi penasaran untuk melihat dan menikmati secara langsung hutan mangrove di kota Gresik ini. Sebenarnya di Surabaya juga ada lokasi mangrove juga. Tapi sudah banyak orang yang tahu lokasi mangrove Surabaya yang sempat didatangi oleh Christiano Ronaldo itu. Dan sekarang menjadi sangat ramai ketika akhir pekan. Di Gresik, karena masih relatif baru dikenalkan, masih belum seberapa ramai. Sehingga cocok lah untuk ngajak pasukan krucil jalan-jalan di akhir pekan.

Untuk fotografer dan pehobi fotografi birding, disini juga bisa kita jumpai beberapa spesies burung yang mampir. Seperti di mangrove surabaya, tempat ini juga bisa jadi tempat hunting favorit. Terutama ketika musim migrasi burung dimulai.

Sebenarnya areal mangrove Gresik ini bukan hal baru buat saya. Karena saya lahir dan besar di wilayah kabupaten Gresik. Beberapa kali ketika ikut memanen hasil perikanan tambak, orang tua saya membawa hasil panennya dengan perahu melalui sungai bakau ini. Di turunkan dibawah jembatan manyar yang menjadi meeting point dengan tengkulak ikan. Tapi itu sudah sangat lama sekali, pasti banyak yang berubah sejak saat itu. Terutama banyaknya pabrik yang dibangun terutama di kawasan industri maspion dan kawasan pelabuhan teluk lamong.

wisata mangrove gresik
Terminal wisata mangrove Gresik

Menuju Wisata Mangrove Gresik

Lokasi wisata hutan mangrove Gresik ini sangat mudah ditemukan. Jika dari kota Gresik, langsung ambil arah ke jalan pantura (pantai laut utara). Dari pasar Gresik lurus saja hingga bertemu kawasan industri maspion di kecamatan Manyar. Setelah turunan Tol manyar, anda akan bertemu dengan Tugu disebelah kanan. Orang menyebutnya daerah manyar tugu. Dari tugu, masuk saja lurus sampai mentok. Disitu kita akan menemukan terminal wisata mangrove. Jika dari luar daerah, bisa langsung turun dari pintu tol manyar. Selanjutnya masuk tugu manyar sama seperti jalur sebelumnya disebutkan.

Ada dua pilihan wisata yang bisa dilakukan, yaitu menaiki perahu motor atau menuju ke jembatan. Jembatan yang dimaksud adalah jembatan buatan belanda yang masih berfungsi dengan baik. Walaupun kondisi kayunya sudah mulai menghawatirkan, terbukti dengan warga mensyaratkan pengendara motor menuntun motornya. Menurut saya mending jalan dulu ke jembatan sambil menunggu antrian kapal / perahu motor. Jalan menuju jembatan tidak bisa dilalui dengan mobil. Yang membawa sepeda motor bisa langsung cuzz kesana. Yang tidak bawa motor tidak usah khawatir, ada yang mau ditawari jasa antar ke jembatan.

Setelah puas eksplorasi dan foto-foto di jembatan londo, kami langsung kembali ke terminal kapal. Benar saja, kapal yang akan membawa kami berlayar sudah menunggu. Semua penumpang langsung masuk kekapal dan perjalanan menelusuri hutan mangrove dimulai.

Harga Tiket

Untuk bisa naik kapal / perahu motor ini, kita harus beli tiket terlebih dahulu. Harga tiket untuk dewasa dibandrol Rp. 10.000. Sedangkan untuk anak-anak dibandrol Rp. 5000. Harga tiket segitu terhitung sangat murah. Mengingat waktu wisata sungai nya sangat lama. Dari perjalanan yang saya tempuh weekend kemarin (24 Juli 2016), kami menghabiskan waktu kurang lebih satu jam PP.

Kami sangat menikmati perjalanan dengan kapal menelusuri tepian hutan mangrove. Dalam perjalanan kita juga bisa melihat progres pembangunan pelabuhan teluk lamong. Juga kawasan industri maspion, terutama yang paling kelihatan adalah dua kilang pabrik minyak Hess dan petronas. Juga ada beberapa pabrik yang sedang progres pembangunan. Semoga kawasan ini tidak tergusur dengan banyaknya pembangunan industri diwilayah ini.

Tips

  1. Kawasan hutan mangrove terletak ditepi pantai dan dikelilingi oleh tambak dan sinar matahari nya sangat menyengat. Jadi jangan lupa membawa topi dan kacamata hitam ya.
  2. Bagi yang tidak suka panas-panasan, bisa datang pagi-pagi atau sore sekalian.
  3. Jika membawa kamera dslr / mirrorless jangan lupa di charge dulu batre nya. Karena banyak lokasi yang bagus untuk difoto. Janga sampai seperti saya, waktu motret yang utama nya malah kehabisan batre. Jadinya terpaksa video dan foto diambil pake hape ?



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here