Mendaki Ranu Kumbolo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Sebuah danau eksotis di kaki gunung semeru

2
815

Mendaki Ranu Kumbolo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Danau eksotis dibawah gunung semeru ini menjadi pilihan beberapa pendaki. Terutama yang tidak punya cukup waktu untuk lanjut hingga puncak Mahameru. Dan yang pasti menjadi pilihan bagi pendaki amatir seperti saya, sekaligus menjadi pemanasan sebelum benar-benar naik ke Mahameru. Keindahan danau Ranu Kumbolo sangat memukau dan sulit terlupakan.

Terletak di jalur utama pendakian menuju puncak Gunung Semeru (Mahameru). Membuat Ranu Kumbolo menjadi tempat favorit untuk dijadikan bumi perkemahan. Setiap pendaki Mahameru hampir pasti berhenti di Ranu Kumbolo ini. Sekedar istirahat menghimpun tenaga ataupun bermalam dan mengambil beberapa foto dan video untuk kenangan.

Mendaki Ranu Kumbolo – Itinerary

Sebelum berangkat, ada beberapa yang harus kita siapkan, seperti tips pada posting membuat rencana traveling. Salah satu yang penting adalah Destination dan Itinerary. Hal ini menjadi wajib kalau tidak ingin ada yang terlewatkan selama di Ranu Kumbolo.

mendaki ranu kumbolo
Ranu Kumbolo. photo by: Andy Rahadian Akbar

Itinerary :

Talking about itinerary, kita bisa lihat dibeberapa blog atau website nya travel agent. Hanya sebagai referensi saja, selebihnya bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial dan fisik. Jika tidak mau repot ya langsung saja order jasa travel agent yang kira-kira cocok dengan karakter anda.

Berikut ini itinerary yang saya ambil dari website nya travel agent berangan.com. Cukup mudah dimengerti dan bisa disesuaikan dengan kita jika ingin berangkat sendiri.

Hari 1: MALANG – TUMPANG – RANU PANE – RANU KUMBOLO
Pukul 06.00 peserta dijemput di Stasiun Kota Baru Malang, lalu menuju Tumpang untuk sarapan dan pindah menggunakan jeep. Pukul 07.30 berangkat menuju Ranu Pane, pintu gerbang pendakian Gunung Semeru. Sekitar pukul 09.30 tiba di Ranu Pane, kemudian melakukan pendakian menuju Ranu Kumbolo. (makan siang diganti dengan roti dan air selama trekking).  Pendakian akan ditempuh selama + 6 jam. Tiba di Ranu Kumbolo sekitar pukul 16.00, kemudian waktu bebas; sementara guide akan menyiapkan makan malam dan tenda untuk Anda bermalam.

Hari 2: RANU KUMBOLO – RANU PANE – MALANG
Pagi hari bisa digunakan untuk melihat sunrise di Ranu Kumbolo. Setelah makan pagi, kita akan menuju tanjakan cinta dan padang rumput Oro-Oro Ombo. Sekitar pukul 10.00 kembali trekking menuju Ranu Pane (+ 3 jam). Setibanya di Ranu Pane makan siang terlebih dahulu, kemudian melakukan perjalanan kembali ke Surabaya. Diperkirakan pukul 17.00 sudah tiba di Malang, dan trip berakhir.

Menuju Ranu Kumbolo

Sebelum berangkat, ada yang perlu disiapkan untuk bisa mendaki ke Ranu Kumbolo.

  1. Foto kopi KTP 3 buah
  2. Surat keterangan sehat dari dokter. (bisa juga dibuat di senduro sebelum berangkat ke Ranu Pane)

Walaupun bisa disiapkan di Senduro, saya lebih prefer untuk menyiapkannya sebelum berangkat. Nanti pasti ribet karena banyak bawaan.

Berangkat dengan menggunakan angkutan umum, dari Malang naik angkutan kearah Tumpang. Dan berhenti di terminal Tumpang. Kemudian bisa dilanjut dengan menyewa Jeep ke warga lokal untuk menuju Ranu Pane. Atau jika beruntung, kita bisa nebeng truk muat sayuran hingga Ranu Pane. Sesampai di Ranu Pane, kendaraan tidak bisa lanjut lagi karena disinilah pendakian dimulai. Sebelum itu pendaki harus mengurus ijin di Gubugklakah.

Perjalanan ke Ranu Kumbolo akan menguji stamina pendaki. Kita dituntut untuk membawa perlengkapan / logistik yang efisien tapi cukup untuk perjalanan pulang pergi. Tidak lain agar tidak membebani punggung pendaki. Oleh karena itu persiapan yang tepat akan sangat membantu.

Dalam perjalanan ke Ranu Kumbolo, pendaki disuguhi pemandangan yang luar biasa indah nya. Tapi pendaki harus tetap waspada karena dari Ranu Pane langsung disuguhi lereng sepanjang 5km yang ditumbuhi bunga Edelweiss dimana-mana. Setelah itu pemandangan berganti menjadi bebatuan curam yang cantik. Tepatnya di daerah yang disebut Watu Rejeng.

Perjalanan dari Ranu Pane menuju ke Ranu Kumbolo dapat terselesaikan dengan waktu kurang lebih 6 jam. Sangat puas walaupun capeknya bukan main. Pemandangan yang tidak bisa dilihat diperkotaan bisa dinikmati dengan puas disini. Lembah dan bukit dengan pepohonan pinus menghiasi pendakian.

Akhirnya, Ranu Kumbolo

Sesampai di Ranu Kumbolo, capek nya perjalanan seakan terbayarkan ketika melihat danau yang cantik. Ditambah dengan air danaunya yang segar dan bersih. Tampak beberapa rekan pendaki sedang memancing dan mendapatkan ikan segar untuk dibakar bersama. Unbelievable, its Ranu Kumbolo… 2400 meter diatas permukaan laut. Dengan luasan sekitar 14 hektar.

mendaki ranu kumbolo
View wajib foto di Ranu Kumbolo, source foto: video diatas

Tepat sore hari sebelum gelap, banyak pendaki sudah sampai di Ranu Kumbolo. Kebanyakan memang sengaja datang sebelum gelap. Tentunya supaya punya cukup waktu istirahat dan mendirikan tenda.

Malam pun tiba, suhu bisa mencapai 5 derajat celcius. Bisa dibayangkan dinginnya seperti apa. Kabut tebal turun menutupi daratan dan danau ranu kumbolo. Untuk menghangatkan suasana, lebih enak kalau bergabung dengan group pendaki lainnya. Sekedar mengobrol dan berbagi cerita perjalanan menuju Ranu Kumbolo sambil menikmati santap makan malam.

Next Day

Keesokan harinya semua pendaki bangun pagi-pagi untuk menikmati indahnya matahari terbit (sunrise). Karena memang akan sangat disayangkan jika terlewatkan. Moment terindah terjadi ketika matahari keluar dari ufuk diantara dua bukit diujung danau. Subhanallah…, begitu indah ciptaan Allah.

Semua orang mengeluarkan kameranya masing-masing. Ada yang membawa peralatan fotografi lengkap untuk mengabadikan indahnya sunrise di Ranu Kumbolo. Ada juga yang berfoto selfie sendiri mauapun wefie bersama group nya.

Hari pun semakin siang, waktunya mengeksplorasi daerah disekitar Ranu Kumbolo. Menoleh sedikit kebelakang danau, ada tanjakan yang indah yang dinamakan Tanjakan Cinta. Konon katanya dinamakan tanjakan cinta karena ada ceritanya. Kalau menanjak sambil membayangkan pasangan akan hidup bahagia bersama pasangannya. Tapi ada syaratnya, mendakinya tidak boleh melihat kebelakang. Tentu ini adalah sebuah godaan yang sangat berat. Karena semakin tinggi menanjak, maka semakin indah pemandangan yang disuguhkan. Mau Coba?

Setelah dari tanjakan cinta, eksplorasi berikutnya adalah ke Padang Rumput Oro-oro Ombo. Setelah puas dari oro-oro ombo, kami pun langsung melanjutkan perjalanan balik ke Ranu Pane dan pulang ke Surabaya.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here