Melihat Pesisir Pantai Cilacap, Jawa Tengah

Eksplor pesisir pantai bumi ngapak, Cilacap. Berolahraga pagi sambil mendokumentasikan kegiatan warga.
Perahu Nelayan di Pesisir Pantai Cilacap
Perahu Nelayan di Pesisir Pantai Cilacap

Pesisir pantai cilacap menjadi tujuan pertama saya dipagi hari ketika sampai di Kota yang terkenal juga dengan bahasa Ngapak khas Banyumasan, kebetulan saya menginap di hotel yang berlokasi tidak jauh dari tepi pantai. Saya hafal sekali logatnya karena istri saya juga berasal dari tetangga kota ini, Purwokerto.

Berangkat dari Ibukota Jakarta, saya memilih menggunakan pesawat terbang. Ternyata pesawat yang tersedia untuk jurusan Cilacap adalah maskapai milik mantan Mentri KKP, Ibu Susi Pujiastuti, Susi Air. Pesawat Susi Air hanya bisa diisi maksimal 12 orang sehingga saya bisa langsung melihat pilot dan co-pilot mengendalikan pesawat nya.

Pilot / Co-Pilot Susi Air

Pesawat tidak terisi penuh, karena memang tujuan Jakarta Halim Perdanakusuma ke Cilacap bukan merupakan rute yang gemuk. Waktu itu saya hanya bersama beberapa orang Bule dan ketua PBNU Pak Hasyim Muzadi yang kebetulan juga sedang ada agenda di Cilacap. Sayangnya asyik menyapa beliau jadinya tidak sempat mengabadikan foto bersama.

Sesampai di kota cilacap, saya langsung dijemput oleh tim yang sudah siap untuk mengantar ke tujuan utama saya hingga akhirnya saya check in di hotel sudah larut malam, tidak sempat jalan-jalan di hari pertama. Karena waktu yang saya punya sangat mepet, besok sore hari sudah harus kembali ke Jakarta, maka saya manfaatkan dipagi hari untuk melihat suasana kota Cilacap dengan melakukan lari pagi.

Ternyata tidak jauh dari hotel tempat saya menginap dekat dengan pesisir pantai kota Cilacap. Langsung saja saya lari kearah pantai dan mengabadikan beberapa foto.

Perahu Nelayan siap untuk melaut

Di pantai ini terdapat pelabuhan rakyat tempat para nelayan memarkir perahu nya ketika tidak melaut. Ada beberapa nelayan yang sempat saya temui barusan datang membawa banyak ikan hasil tangkapannya. Ada juga yang baru bersiap mau berangkat ke tengah laut.

Setelah banyak berkeringat karena lari pagi, saya kembali ke hotel untuk mandi sarapan dan kembali melanjutkan aktifitas sebelum mengejar pesawat sore untuk kembali ke Jakarta. Siang nya saya menyempatkan untuk menyapa mitra binaan sebuah perusahaan yang beroperasi di Cilacap, dulu nya perusahaan ini dikuasai oleh asing, namun sekarang sudah diambil alih oleh perusahaan milik pemerintah, yaitu PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), dulu kita mengenalnya sebagai Holcim Indonesia.

Perusahaan tersebut sangat concern dengan lingkungan sekitarnya. Selain berkontribusi dalam penanganan sampai masyarakat dengan membuat fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) yang mengolah sampai masyarakat di TPA Jeruk Legi menjadi bahan bakar yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti batubara di pabrik mereka. SBI juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat sekitar dengan program-program Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang mereka lakukan.

Pengrajin Batik Cilacap

Salah satunya adalah membantu pengrajin batik lokal mengembangkan usahanya. Dengan memanfaatkan lokasi dekat pabrik SBI lokasinya ditepi sungai, mereka juga membuat sebuah gazebo wisata yang bisa dimanfaatkan untuk usaha kuliner yang digawangi oleh warga sekitar.

Untuk menuju kesana, kamu bisa melalui jalur darat atau naik perahu dari pelabuhan kalau mau merasakan suasana lain ^__^.

#streetphotoid #streetphotographyindonesia #indonesiastreetphotography

Dari gazebo tersebut berbatasan langsung dengan pabrik pertamina diseberang sungai. Terlihat jelas sekali fasilitas pabrik mereka. Kamu bisa menikmati kuliner disini sambil menikmati lampu-lampu pabrik di malam hari.

#streetphotoid #streetphotographyindonesia #indonesiastreetphotography
Gazebo
#streetphotoid #streetphotographyindonesia #indonesiastreetphotography
View Pabrik Pertamina dari Gazebo